Seorang Wanita Dikarantina Di Toilet Pesawat Gara-gara Hasil Tes Covid-19 Positif

Seorang guru dari Chicago terpaksa mengasingkan diri di toilet pesawat selama 4 jam karena mengkhawatirkan kesehatan sesama penumpang. Hal ini ia lakukan setelah hasil rapid test virus corona (Covid 19) di tengah penerbangannya ke Islandia menunjukkan hasil positif. Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (30/12/2021), wanita bernama Marisa Fotieo yang sedang terbang ke Eropa untuk berlibur pada minggu lalu itu tiba tiba merasa tenggorokannya sakit saat berada di dalam kabin pesawat, tepat di atas Samudra Atlantik.

Sang guru ternyata menganggap serius perjalanannya selama pandemi ini, dengan membawa beberapa alat rapid test bersamanya saat terbang bersama maskapai Icelandair. Ia pun langsung pergi ke toilet pesawat dan menggunakan salah satu alat tersebut, dalam hitungan detik ia mengetahui bahwa dirinya terinfeksi Covid 19. Fotieo langsung memberitahu pramugari, yang mengatakan bahwa tidak ada cukup kursi kosong di pesawat untuk mengisolasinya secara benar.

Saat itu ia mengaku takut akan menginfeksi penumpang lain, sehingga dirinya bertanya apakah ia boleh 'tetap berada di toilet selama sisa penerbangan'. "Saya tidak percaya saya menghabiskan 4 jam di toilet itu, namun anda harus melakukan apa yang harus anda lakukan," kata Fotieo. Ia pun memposting video dari toilet yang digambarkan sebagai 'tempat karantina VIP' di akun TikTok miliknya, mengumpulkan beberapa juta pujian dari para netizen.

Dalam klip itu, Fotieo tampak tidak terlalu kesal karena liburannya harus terganggu. Ia terlihat memakai setidaknya tiga masker dan menunjukkan tanda kemenangan ke kamera. Setelah pesawat mendarat di ibu kota Islandia, Reykjavik, wanita itu langsung ditempatkan di Hotel Kemanusiaan Palang Merah, dengan menjalani masa karantina 10 hari.

Namun, ia mengatakan dirinya merasa baik baik saja dan berencana untuk pergi dalam beberapa hari mendatang. Sementara itu, ayah dan saudara laki laki Fotieo yang berada dalam penerbangan yang sama dinyatakan negatif Covid 19 dan dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Swiss.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.